Hujan deras mengguyur kawasan selatan Yogyakarta, bajuku sempat basah terkena tetesan air hujan yang bocor dari atap warung angkringan tempatku biasa menghabiskan senja. Siaran televisi menayangkan kerusuhan di Jeddah tentang TKI yang berebut mengurus visa di kantor KJRI. Budaya antri nampaknya memang masih susah diterapkan bagi sebagian penduduk negeri ini. Sesekali kuseruput teh jahe yang tadi kupesan untuk sekedar menghangatkan badan, Jogja yang biasanya panas terlebih dibagian selatan bisa juga terasa dingin.
Waktu menunjukkan pukul 17.30 ketika hujan mulai mereda dan akhirnya hanya berupa gerimis tipis, aku melangkah dengan terlebih dahulu melipat ujung celana agar tidak kotor oleh genangan air. Sesaat kemudian adzan maghrib berkumandang dari masjid Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak yang tak jauh dari lokasi angkringan dan dari beberapa masjid yang jaraknya memang tidak terlalu jauh. Kupikir orang sini akan kerepotan jika harus menjawab semua adzan dari semua masjid yang ada, saking ramainya terkadang aku sendiri kerepotan ketika menjawab panggilan adzan.
